Senin, 20 Januari 2020

Mengapa harus menulis? Menjengkelkan sekali



Menulis itu sebuah kegiatan yang terdengar gampang tapi sangat sulit untuk dilakukan. Bahkan untuk memulai dari mana saja sudah bingung, apa yang harus ditulis, tentang apa itu.

Pagi ini saya beserta teman-teman guru lainnya mengikuti program literasi yang diadakan oleh sekolah dan gratis untuk guru-guru disekolah saya. Pemateri hari ini adalah seorang penulis media guru dari Surabaya. Nama beliau adalah Eko Prasetyo. Beliau adalah seorang penulis tetapi juga fasih dalam public speaking, itu terlihat dari cara beliau memberikan materi dengan santai dan mudah dipahami, sesekali keluar lawakan dari mulut beliau yang membuat suasana tidak membosankan.

Beliau memberi tugas untuk semua peserta menulis pengalaman yang menjengkelkan dan susah dilupakan. Saya mengingat kembali apa yang bisa saya tulis tetapi semakin saya mencoba mengingat saya semakin bingung. Saya tidak bisa mengingat apalagi menulis pengalaman yang sangat menjengkelkan itu. Padahal sebenarnya banyak sekali kejadian yang membuat saya jengkel. Salah satu yang membuat saya jengkel ya ini, disaat disuruh menulis pengalaman dan saya tidak bisa menuliskannya kan sangat menjengkelkan sekali itu.


Katanya menulis bisa mengalir begitu saja tanpa harus berpikir, tetapi kenyataanya sekarang saya harus berfikir keras untuk menulis ini. Kan menjengkelkan sekali jadinya, namun walaupun begitu, saya tetap menggerakkan jari ini supaya tugas ini selesai. Kata Pak Eko minimal harus sampai 300 kata, dan saya coba lihat ternyata saya baru menulis 220 kata. Saya perlu 80 kata lagi untuk menyelesaikan ini. Oke, 80 kata lagi. Saya pasti bisa menyelesaikan ini.


Bagi orang yang sudah biasa menulis, mungkin menulis 300 kata tidak butuh waktu lama, tapi bagi saya yang baru belajar menulis untuk menyelesaikan ini saja membutuhkan waktu lebih dari satu jam. Apalagi harus membuat satu buku, akan berapa lama saya menyelesaikannya? Tapi saya tidak patah semangat. ini baru langkah awal, suatu saat saya akan mampu menulis mengalir seperti air, menulis apa yang saya lihat,dengar dan yang saya rasakan. Rasanya satu buku itu juga bukan hal mustahil jika saya terus mencoba menulis setiap hari.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar